Selasa, 29 November 2011

Cerpen Anak

SABUN AJAIB
   Di sebuah desa peternakan di Finlandia, ada seorang gadis cantik bernama Karen. Ayah dan ibunya sudah lama meninggal. Gadis yatim piatu itu hidup besama paman Niko, pamannya. Paman Niko mempunyai seorang anak perempuan. Nita namanya
   Karen rajin dan baik hati. Setiap hari, ia bekerja keras mengurusi rumah dan peternakan. Banyak sekali yang harus dikerjakannya: memcuci baju, memasak, memberi makan ternak, memerah susu, dan menjual telur ayam ke kota.
   Lain halnya dengan Nita. Ia seorang gadis manja yang suka bermalas-malas.
   "Karen, cucikan bajuku!" perintah Nita. "Dan jangan lupa, siapkan air hangat! Awas, jangan terlalu panas!"
   Karen memang sering diperlakukan tidak baik oleh Nita. Rupanya gadis pemalas itu sangat iri dengan kecantikan saudara sepupunya.
   
   Hari sudah menjelang senja ketika Karen pulang dari menjual telur ayam di kota.
   "Aduh, aku harus segera pulang," katanya terperanjat. "Bisa-bisa nanti aku dimarahi paman Niko dan Nita lagi."
   Di tengah jalan, Karen melihat seorang nenek terjatuh karena ditabrak oleh orang anak kecil yang sedang berlari. Embernya yang berisi cucian terjatuh. Cuciannya berceceran dimana-mana. Angin yang bertiup kencang menerbangkan pakaian-pakaian itu.
   "Tolong! Tolong! Cucianku!" teriak perempuan tua yang malang itu.
   Karen seegera berlari mengejar pakaian-pakaian yang berterbangan. Lalu ia menyerahkan semua cucian itu kepada nenek itu.

   "Aduh, terima kasih atas pertolonganmu, Nak" kata nenek itu dengan gembira, "Bagaimana aku harus membalas kebaikanmu?"
   "Sudahlah, Nek. Tak usah dipikirkian," kata Karen sambil tersenyum
   " Tapi, aku punya sesuatu untukmu." Perempuan Tua itu memberikan sepotong sabun kepada Karen. "Ini adalah sabun ajaib. Tapi, kau hanya bisa memakainya tiga kali saja."

Rabu, 26 Oktober 2011

istana bunga

Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan.
Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana marah pada ayah bundanya,  "Ayah dan Ibu jahat. Mengapa menyusahkan orang miskin?!"
Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu.
"Jangan mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah, aku akan menghukummu. Pergilah dari istana ini!" usir Raja.
Pangeran Aji Lesmana tidak terkejut. Justru Puteri Rauna yang tersentak, lalu menangis memohon kepada ayah bundamya, "Jangan, usir Kakak! Jika Kakak harus pergi, saya pun pergi!"

Raja dan Ratu sedang naik pitam. Mereka membiarkan Puteri Rauna pergi mengikuti kakaknya. Mereka mengembara. Menyamar menjadi orang biasa. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan Kusmantari. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. Mereka ingin menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka.

Keduanya sampai di sebuah gubug. Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. Kakek sakti itu dulu pernah menjadi guru kakek mereka. Mereka mencoba mengetuk pintu.
"Silakan masuk, Anak Muda," sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka adalah cucu-cucu bekas muridnya. Namun kakek itu sengaja pura-pura tak tahu. Kusmantoro mengutarakan maksudnya,  "Kami, kakak beradik yatim piatu. Kami ingin berguru pada Panembahan."
Kakek sakti bernama Panembahan Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Namun karena kebijakannya, Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya.
Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada Kusmantoro dan Kusmantari. Keduanya ternyata cukup berbakat. Dengan cepat mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Berbulan-bulan mereka digembleng guru bijaksana dan sakti itu.

Suatu malam Panembahan memanggil mereka berdua. "Anakku, Kusmantoro dan Kusmantari. Untuk sementara sudah cukup kalian berguru di sini. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian melaksanakan satu amalan."
"Amalan apa itu, Panembahan?" tanya Kusmantari.
"Besok pagi-pagi sekali, petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini. Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Berikan dua kuntum bunga melati itu kepada Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Mereka ingin menyadarkan Raja dan Ratu, kedua orang tua mereka."

Kusmantoro dan Kusmantari terkejut. Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. Mereka tak ingin penyamaran mereka terbuka.
"Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu dari perbuatan buruk mereka. Namun syaratnya, dua kuntum melati itu hanya berkhasiat jika disertai kejujuran hati," pesan Panembahan Manraba.

Ketika menjelang tidur malam, Kusmantoro dan Kusmantari resah. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. Apakah mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna? Jika tidak berterus terang, berarti mereka berbohong, tidak jujur. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran.

Akhirnya, pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan.
"Kami berdua mohon maaf, Panembahan. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini."
Saya mengerti, Anak-anakku. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana."

Setelah mohon pamit dan doa restu, Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna berangkat menuju ke istana. Setibanya di istana, ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua orang tua mereka yang berbaring lemah itu.
Puteri Rauna lalu meracik dua kuntum melati pemberian Panembahan. Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. Ajaib! Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Sifat mereka pun berubah. Pangeran dan Puteri Rauna sangat bahagia. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan. Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama Istana Bunga. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan.


Minggu, 09 Oktober 2011

Check It Out!!



MEMBER OF TO THE MAX \m/


Amanda Daega Claresta

Maharanianska Azzahra

Tazkia Shabyra Z

(ME) Farah Soraya A

C N Adira Milenia M


Aliyya Natasha H

Anzalna Nuraini A



GAHOEL & METAL

Jumat, 16 September 2011

My Beloved Friend

FARAH SORAYA A
 SMPLabschool Kby 

S. ADIRA KANIA
SMP Pembangunan Jaya

KUMI APRILLA Y
SMP BM 400

AUDREY ARDIANTO
SMP Al-Ikhlas

HASNA AZZAHRA M
SMP Labschool Kby

SHEIMA SAFITRI D
SMP Al-Azhar Pusat



-TEMEN SD-

Minggu, 11 September 2011

SORBET!!

ASAL MULA SORBET: jadi gue kan bawel banget trus waktu itu, salah satu temen gue main sa asal manggil gue sorbet. Trus gue nanya "Sorbet apaan tuuh?" Teruus dia bilang sorbet itu soraya betty, kenapa betty? gara-gara kata dia suara gue kenceng banget dan bla bla bla (dia ngejelasinnya panjang tapi gue cuma inget itu aja).. itu berenti disitu ada, abis itu tiba-tiba gue ama dia perang mulut sama dia, trus dia teriak "SORBET"! SPONTAN!! SATU KELAS PENASARAN....... gue tuh langsung kayak "....." setelah semua tau nama gue kayak berubah jadi "SORBET" malah ya banyak anak kelas lain yang ngira nama gue sorbet beneran.. yaudah sampe sekarang klo dipanggil sorbet gue nyautin deeeh